Sitti Nur Aulia Ghani menambahkan, meskipun lombanya dilakukan secara daring, dirinya tetap merasakan euphoria dan perasaan excited yang besar. Dirinya sempat merasa overthinking karena mewakili prodi, jurusan, fakultas bahkan universitas untuk lomba ini.
“Hal tersebut awalnya saya anggap sebagai tekanan namun saya mencoba menjadikannya sebagai semangat tersendiri,” tutupnya. (B)
Penulis: Musyrifa Sya’adah
Editor: Kardin
