"Fokus isu  saya saat mendaftar yakni isu UNESCO dan UNICEF dimana tema yang saya angkat terkait kekerasan terhadap anak dan perempuan yang tentu masih banyak terjadi, terlebih di tengah naik turunnya pandemi COVID-19. Untuk riset  saya ambil dari negara Indonesia, India dan Malaysia. Tapi tentu dalam diskusi nanti kita tak hanya fokus di isu ini saja sebab dalam diskusi isu ini akan lebih meluas lagi," paparnya.

Dirinya menerangkan, dalam kegiatan ini selain menjadi peserta delegasi, ia juga akan dilatih menjadi penyelenggara atau ambassador. Agar di tahun selanjutnya, ketika ada kegiatan IMUN di Indonesia, kami sudah bisa dilibatkan menjadi penyelenggara.

"Pada program magang ini ada dua jalur masuk yakni referral (berbayar) serta reguler (tidak berbayar), dan saya masuk jalur reguler. Untuk program magangnya dilaksankan selama 5 minggu. Dan setiap Ambassador memiliki penilaian, di mana pihak IMUN akan melihat dari setiap peserta mana yang paling bagus dan akan diberikan sertifikat penghargaan," pungkasnya. (B)

Reporter: Muhammad Ilwanto

Editor: Haerani Hambali