Marton pun menyampaikan pendapat serupa, mengkritik ketidakmampuan Purnama Ramadhan dalam membesarkan partai. Ia menilai bahwa Ketua DPC lebih mengandalkan kedekatannya dengan Ketua DPD Gerindra Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar, ketimbang melakukan langkah-langkah strategis.
"Kami mundur sebagai pengurus, tetapi tetap menjadi kader. Kami ingin menghindari tudingan jika partai kalah di pilkada akibat tidak bekerja. Kami tidak pernah dilibatkan dalam konsolidasi," pungkasnya. (B)
Penulis: Sunaryo
Editor: Mustaqim
