Lahir dari seorang ibu rumah tangga dan ayah bekerja sebagai buruh, Riski bercita-cita ingin menjadi dokter agar dapat membahagiakan kedua orang tuanya.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini berharap pada kejurda berikutnya dirinya dapat diberi kesempatan untuk berlaga lagi agar dapat meningkatkan kemampuannya menjadi lebih baik.

“Semogo saya bisa terus ikut kejurda supaya saya bisa belajar lebih baik dari pada kejurda kali ini,” kata Riski.

Sementara itu, pelatih atletik Kabupaten Buton Selatan, Hilman, mengaku selama melatih para atletnya seringkali terdapat kendala. Dia menyebut, misalnya, saat menarik minat anak-anak usia remaja untuk bergabung menjadi atlet.

Hilman menilai generasi muda Kabupaten Buton Selatan masih kurang familiar dengan cabang olahraga atletik.