Rajab melihat demokrasi sebagai jalan rakyat untuk menentukan arah bangsa. “Negara ini berdiri karena rakyat. Pemerintah, legislatif, maupun yudikatif hanyalah pelayan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa fasilitas wakil rakyat bersumber dari pajak rakyat, sehingga harus kembali dalam bentuk pelayanan nyata.

Filosofinya sederhana namun dalam “Bekerja dengan ikhlas, jaga kepercayaan rakyat, dan pegang teguh amanah orang tua.”Prinsip itu diperkaya dengan kutipan John F. Kennedy “Jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negara.”

Rajab lahir dan tumbuh di Buton Utara dalam keluarga sederhana. Ayahnya seorang lurah, ibunya ibu rumah tangga. Sejak kecil ia terbiasa membantu orang tua, bahkan menggembala sapi. Hidup di kampung dengan keterbatasan komunikasi membuatnya terbiasa mandiri.

Masa sekolah dasar hingga SMP ditempuh di kampung halamannya, lalu SMA di Kabupaten Muna. Di sana, ia dan saudaranya menghidupi diri sendiri dengan bekerja sambilan, termasuk berjualan pisang kipas.