Pilihan politiknya jatuh ke Partai Golkar, partai yang sudah dikenalnya sejak kecil karena orang tuanya adalah kader. Ia menyebut dirinya “lahir dari rahim Golkar.” Menurutnya, Golkar mengajarkan kepedulian dan pengabdian kepada rakyat, selaras dengan prinsip hidupnya: bekerja untuk rakyat.

Terpilih kembali untuk periode kedua, Rajab memaknai hal itu sebagai amanah besar. “Rakyat tidak menuntut uang, tapi perhatian dan pembelaan,” ucapnya.

Baginya, komitmen adalah harga diri seorang wakil rakyat. Janji adalah amanah yang kelak dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya oleh rakyat, tetapi juga oleh Tuhan. 

Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak lelah berproses. “Setiap proses adalah bekal penting untuk mencapai cita-cita,” katanya.

Sementara kepada masyarakat Kota Kendari, ia mengajak untuk terus berkolaborasi: “Kota ini bisa maju jika masyarakatnya bergerak lebih dulu, baru kemudian pemerintah. Karena sesungguhnya masyarakatlah yang menjadi raja dalam demokrasi.”