"Diduga adanya pemaksaan dan atau intimidasi dari kepala sekolah tempat kedua anak itu bersekolah, seharusnya kepala sekolah yang merupakan seorang teladan bagi murid-muridnya," tuturnya.
Adapun kepala sekolah itu, berinisial J Boru S yang notabene suaminya sendiri berinisial DT dan keluarganya jugalah yang menjadi calon lainnya berinisial KT.
"Kedua anak murid tersebut diancam untuk pindah sekolah dari SD Batuarimo yang dia pimpin J Boru S ke SD Simotung yang sangat jauh dari lokasi tempat tinggalnya. Dan lebih parahnya lagi si anak akan dipecat dari sekolah tersebut dikarenakan orang tuanya akan memilih calon lain dan bukan memilih suami dari kepala sekolah. Jadi dugaan kami kuat seperti itu," tuturnya.
RPM anak dari Yoswanti Purba serta WSP anak dari Tohap Purba. Keduanya memiliki hubungan persaudaraan.
