Salah seorang warga, ibu Wa Ma'i berharap kepada PDAM agar serius mengatasi masalah teknis ini. Bagaimanapun itu demi kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan, selama dua tahun ini mereka harus berjalan sejauh dua kalometer untuk mendapatkan air bersih. Mata air yang didapat dari bekas galian tambang aspal diwilayah terasebut. Itupun dua kilo itu jarak terdekat yang ditempuh.

"Kami berharap kepada PDAM agar memperhatikan masalah ini. Sudah dua tahun mesin itu diperbaiki namun sampai hari ini masih dalam perbaikan juga. Kami berharap keseriusan dari PDAM. Kamijuga sangat bersyukur adanya bantuan ini, jelas ini sangat membantu kami," ucapnya. (A)

Penulis: Febriyani

Editor: Kardin