Pengarah TABG Pembangunan Gedung Kantor Gubernur Sultra, Pahri Yamsul mengungkapkan, karena gedung kantor Gubernur ini direncanakan di atas delapan lantai, maka itu harus melibatkan TABG dalam hal pemeriksaan terkait pembangunan tersebut.
"Tugas utama dari TABG ini mereka akan memeriksa hasil desain kita, baik infrastruktur maupun elektrikal dan lainnya terkait agar memenuhi standar pembangunan gedung ini. Setidaknya bagaimana kita mengakomodir jika terjadi kebakaran, gempa dan sebagainya," ungkapnya.
Untuk saat ini, Ia melanjutkan, unsur TABG ini rata-rata dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, karena yang paling dekat hanya Unhas yang memiliki sertifikat. Namun, ke depan diharapkan ada Universitas di Kendari yang juga sudah memiliki sertifikat tersebut.
"Mereka akan menuangkan ilmu mereka bahwa desain inilah yang sesuai kaidah-kaidah teknologi yang ada. Di sini kita butuhkan ahli geologi, ahli infrastruktur, ahli gempa dan sebagainya. Hanya saja TABG itu kita komunikasikan dengan kementerian PUPR juga," lanjutnya.
Ia berharap selama kepemimpinan AMAN ini segala visi misi yang ditargetkan bisa mempresentasikan kondisi di Sultra.
