JAKARTA, TELISIK.ID - Kondisi darurat energi perlahan menyelimuti Tanah Air Indonesia, khususnya dalam sektor gas bumi yang menjadi tumpuan utama industri dan kelistrikan nasional.

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) secara resmi mengungkapkan kekhawatiran atas potensi defisit pasokan gas bumi di Indonesia yang diperkirakan akan berlangsung hingga lebih dari satu dekade ke depan. Situasi ini dinilai mendesak dan memerlukan solusi konkret demi keberlanjutan suplai energi nasional.

Direktur Utama PT PGN, Arief Setiawan Handoko, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi krisis pasokan gas bumi, yang mulai terasa di beberapa wilayah utama seperti Sumatera dan Jawa Barat.

Kedua wilayah tersebut telah mencatat kekurangan pasokan gas bumi sebesar 177 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) hanya pada tahun ini. Ia menambahkan bahwa wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur juga akan terdampak mulai tahun 2027 hingga 2035.

"Indonesia berpotensi kekurangan pasokan gas bumi hingga 10 tahun mendatang. Sumatera dan Jawa Barat tahun ini saja sudah defisit 177 MMSCFD," ujar Arief dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (29/4/2025).