Bahkan, program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meski memiliki tujuan yang baik, tetapi faktanya malah terjadinya polemik dan protes di tingkat publik.

Sedangkan dari sisi demokrasi, dominasi koalisi pemerintah juga menyimpan tantangan tersendiri.

Ketika hampir seluruh kekuatan politik berada dalam satu poros pendukung pemerintah, fungsi pengawasan dan checks and balances malah terus melemah.

Tatkala Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan cenderung sunyi, malah yang terjadi kritik menguat dari masyarakat sipil, akademisi, media, dan kelompok kritis lainnya yang berupaya menjaga kualitas demokrasi.

Kritik ini suatu kesadaran bahwa legitimasi pemerintahan dalam demokrasi tidak hanya berasal dari kemenangan pemilu, tetapi juga dari kemampuannya mempertanggungjawabkan kinerja kepada publik.