Pada akhirnya, tantangan terbesar pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan bukan lagi menjaga stabilitas politik karena modal tersebut sudah dimiliki. Tantangan sesungguhnya adalah mengubah kekuatan politik yang besar menjadi capaian kinerja yang nyata.

Pemerintah harus membuktikan bahwa konsolidasi kekuasaan yang kuat mampu menghasilkan kesejahteraan yang lebih luas, bukan sekadar upaya untuk memperpanjang dominasi elite politik.

Rakyat pada akhirnya tidak menilai pemerintah dari seberapa kokoh koalisinya, melainkan dari seberapa besar perubahan positif yang dapat mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika stabilitas politik gagal diterjemahkan menjadi kesejahteraan, maka stabilitas itu sendiri berpotensi dipersepsikan hanya sebagai konsentrasi kekuasaan tanpa prestasi yang memadai. Jadi, itulah ujian sesungguhnya bagi pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki paruh kedua masa kepemimpinannya. (*)