Baca Juga: Aturan Baru Naik Pesawat, Penumpang Wajib Booster
"Kalau kerugian sebelumnya secara keseluruhan itu bisa ditaksir Rp 1,4 miliar, di mana peralatan praktek yang membuat mahal. Karena yang lalu, itu alat praktek yang digunakan merupakan peralatan modern yang belum pernah digunakan di sekolah lain, bahkan ada peralatan yang berasal dari Jerman dan untuk sekarang kita hanya menggunakan peralatan seadanya, sesuai dengan kebutuhan saja," jelasnya.
Bahkan untuk pengadaan peralatan dan ruang praktek, selain menggunakan dana BOS itu juga dibantu oleh dana dari para orang tua siswa dan alumni, untuk pengadaan peralatan dan ruang praktek.
Ia berharap, Dikbud Sulawesi Tenggara bisa memberikan bantuan, setidaknya pengadaan ruangan. Karena tempat yang gunakan sekarang itu hanya menggunakan seng saja.
"Kita berharap sih ada bantuan dari Dikbud, karena kasihan para siswa-siswi selama ini mereka praktek selalu mengeluh kepanasan akibat tempat yang tidak layak. Dan tentu besar harapan kami, ini bisa menjadi perhatian lebih, agar bisa dilakukan pembenahan," katanya.
