Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, La Kusa menerangkan, lokasi pembuatan tambak air tawar berada di Desa Lahontoe dan Lamorende, Kecamatan Tongkuno. Anggaran satu tambak masing-masing sebesar Rp 150 juta.
"Anggaran itu sampai dengan penebaran bibit ikan," kata Kusa.
Tambak tersebut akan dikelola oleh kelompok. Ikan yang dibudidayakan adalah patin yang memiliki nilai jual sangat tinggi. Kelompok yang dibentuk itu diharapkan mampu menjadikan tambaknya sebagai destinasi mancing dan produksinya berlanjut secara terus menerus.
"Kita inginkan hasil tambah itu bukan saja skala konsumsi, tetapi menjadi skala usaha," terangnya. (B)
Penulis: Sunaryo
