Selanjutnya, Fitri mengaku pada 3 Mei 2023 datang ke lokasi atau tempat korban ditemukan tidak bernyawa.

"Saya datang bersama dengan keluarga. Sampai di lokasi, ibu angkatnya yang kedua bernama Ninit menyebut ada mencium bau busuk di lokasi. Sedangkan pintu rumah dalam keadaan terkunci," tuturnya.

Selanjutnya, kunci pagar rumah dibongkar paksa oleh ayah angkat Mahira dan semua masuk ke dalam rumah. Di situlah terlihat Mahira ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

"Empat orang masuk ke rumah itu. Sedangan satu unit handphone, kunci sepeda motor berada disofa. Di situ hapenya cuma ada satu. Jadi, kami yakin bahwa handphone Mahira hanya satu," tuturnya.

Mereka merasa janggal bahwa Mahira memesan racun melakukan handphone android dengan handphone yang lain.