Sedangkan, LM Salmar adalah mantan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2014-2017.
Ia menilai, Salmar adalah mantan birokrasi dengan jabatan strategis yang paham benar terkait tatanan good governace yang berorientasi pada sistem penyelenggaraan manajemen pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang solid dan bertanggungjawab sejalan dengan demokrasi dan pasar yang efisien, pencegahan korupsi, baik secara politik maupun administratif, dan dianggap mampu menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political frameworks (kerangka dasar hukum dan politik) bagi tumbuhnya kewiraswastaan.
Keilmuan dan pengalaman Salmar yang juga pernah mengikuti pelatihan dan pendidikan sistem tata pemerintahan di University Harvard Cenedy School USA, menurut Rabiali, adalah modal untuk menciptakan kinerja birokrasi yang partisipasipatif, rule of law, transparansi, responsive, consensus orientation, equity, efisien dan efektif, akuntabilitas dan strategic vision.
Jika kekuatan birokrasi Salmar dipadukan dengan struktur berfikir politisi Tina yang paham benar akan persoalan dan potensi sumberdaya alam dan Munusia Sulawesi Tenggara, tentu akan menghadirkan the New Energy for Sulawesi Tenggara yang lebih maju dalam multi dimensi baik secara ekonomi, sosial budaya, dan edukasi termasuk pada tatanan sistem perlindungan ekologi sebagai kerangka menuju Indonesia Emas 2045 dari Sulawesi Tenggara untuk Indonesia.
"Jika duet Tina Nur Alam dan LM Salmar ini terealisasi, peluang menangnya itu pasti besar," kata Rabiali, Minggu (14/7/2024).
