"Kami sudah melakukan ekspos, dan Inspektorat meminta ahli konstruksi dan kami sudah turunkan dari Universitas Halu Oleo (UHO)," beber Jajang Kiswara yang didampingi Kanit I Subdit III Tipidkor Polda, AKP Hasanuddin yang juga selaku penyidik kasus tersebut.

Selanjutnya kata Jajang Kiswara, hasil investigasi ahli konstruksi akan keluar dalam waktu dekat, setelah itu akanmenyerahkan hasilnya ke Inspektorat.

"Paling lambat bulan depan sudah selesai. Nanti kita lihat apakah sesuai hasil RAB atau tidak," bebernya.

Senada Kanit I Subdit III Tipidkor Polda, AKP Hasanuddin menerangkan, selain anggaran yang mencapai Rp 9 miliar itu, ada pula dana talangan sekira Rp 3,5 miliar, jadi ada sekitar Rp 12 miliar untuk pembangunan gedung VIP RSUD Bombana.

"Laporannya masuk ini kan tahun lalu," ucapnya.