“Itu kesalahan mereka, saya mau buat apa. Saya tidak tahu juga mereka siapa dan mereka minta tolong sama siapa, saya tidak ngerti,” jelasnya.

Untuk itu, ia menyarankan mahasiswa ketika mengambil sebuah tindakan yang menyangkut hal tersebut untuk tidak keluar dari SOP yang telah ditetapkan UHO.

“SOP itu sudah jelas. Makanya kalau jadi mahasiswa bijak-bijak dan cerdas-cerdas dalam bertindak,” tutupnya.

Senada dengan Zamrun, Wakil Rektor III UHO Kendari, Nur Arafah mengatakan, pihaknya tidak mengetahui perihal permainan tersebut.

Bahkan kata dia, UHO tidak pernah mengeluarkan kebijakan untuk membayar melalui orang lain, melainkan melalui bank secara langsung.