Dari sisi sumber daya manusia, pemerintah menugaskan para lulusan Sarjana Penggerak Pemuda Indonesia (SPPI) sebagai tenaga pelaksana di lapangan. Mereka ditempatkan sebagai kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
“SPPI identik dengan SPPG, tidak ada satupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tidak dipimpin oleh SPPI sebagai kepala,” kata Dadan.
Sementara dari sisi infrastruktur, pembangunan gedung SPPG yang semula direncanakan dibiayai penuh dari APBN mengalami keterlambatan karena proses tender. Pemerintah kemudian menggandeng mitra strategis untuk mempercepat pembangunan fasilitas dapur umum MBG.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah ikut serta membangun SPPG di berbagai daerah. Anda semua adalah pejuang merah putih yang mempercepat keberhasilan program ini,” ucap Dadan.
Pemerintah menargetkan pembangunan 30 ribu unit SPPG dengan kebutuhan dana sekitar Rp 60 triliun. Dari total Rp 6 triliun yang dialokasikan untuk 1.542 unit pada tahun ini, realisasi melalui mekanisme tender belum dimulai hingga Agustus.
