Prabowo mengaku, dirinya diberikan tugas pada 9 Juli 2020 untuk juga ikut mem-backup, mendukung menteri-menteri lain yang berkaitan dengan pertanian, tentunya yang paling utama adalah Menteri Pertanian.
Baca juga: Sidang PBB, Jokowi Dorong Kemitraan Global Penanganan COVID-19
”Jadi sesudah itu ada semacam pembagian tugas di mana Kementerian Pertahanan akan memegang suatu peranan justru di pembangunan cadangan pangan di Singkong. Kemudian sisanya itu nanti, terutama masih sebetulnya itu adalah tugas utama dari Menteri Pertanian, kami hanya sebagai backup untuk menjamin cadangan. Kami mendukung Kementerian Pertanian dan kementerian-kementerian lain,” katanya.
Soal rencana, roadmap, Menhan sampaikan sesuai petunjuk presiden, Gubernur Kalimantan Tengah sudah mendukung lahan dan mem-backup di lapangan sehingga siap untuk dimulai.
”Saya hanya jelaskan sedikit tentang rencana ke depan Singkong ya, kita mulai di Kalimantan Tengah kita akan mulai 2021, 30.000 hektare dan selanjutnya sampai 2025 meningkat terus, sasaran kita akhir adalah sampai 1,4 juta hektare di akhir 2025,” ujarnya.
