"Lalu, apabila kita bandingkan dengan tenaga manual, maka drone ini dalam satu hari bisa mengerjakan 20 sampai 30 hektar," jelasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan, penggunaan drone ini dapat menggunakan aplikasi dan bisa membuat jalur petakan-petakan sawah untuk drone beroperasi, serta jalur petakan sawah ini akan secara otomatis mengkalkulasikan berapa lama drone akan bekerja.
"Misalnya kita akan menyemprotkan 10 liter untuk 1 hektar, kita tinggal input angkanya 10 liter untuk satu hektar, maka drone akan otomatis bekerja sendiri," jelasnya.
Ia membeberkan, dengan penggunaan drone ini untuk pertanian dapat membuat cairan yang digunakan bisa lebih irit, serta untuk tanaman padi, drone ini bisa menyemprotkan mulai pupuk organik, cairan akan sangat efektif.
Dimas berharap, kedepan pertanian akan lebih banyak yang menggunakan Drone T40. Apalagi, menurutnya, Kabupaten Konawe sebagai Kota Padi pastinya membutuhkan teknologi untuk mendukung optimalisasi target sebagai lumbung padi terbesar di Sulawesi Tenggara.
