Head of Brand and Reputation Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim, mengatakan pihaknya menyadari pentingnya memberikan wawasan dan literasi kepada masyarakat untuk membuat keputusan yang matang berdasarkan informasi yang terpercaya.
Muriel menyebut dua aspek pendekatan utama yang dilakukan. Pertama, Google akan mengedukasi pengguna tentang cara mengidentifikasi dan mengevaluasi informasi yang ditemui.
“Google Indonesia bekerja sama dengan Jigsaw, sebuah unit di internal Google yang berfokus pada penelitian tentang cara mengatasi misinformasi, khususnya dengan metode prebunking,” jelas Muriel.
Prebunking adalah pendekatan yang membantu pengguna mendeteksi, memahami, dan mencegah taktik-taktik misinformasi. Dalam hal ini, ada tiga taktik yang sering digunakan, yakni merusak reputasi, memanipulasi gambar dan video, serta taktik memancing emosi.
Seiring dengan hal tersebut, Google Indonesia meluncurkan kampanye Recheck Sebelum Kegocek bekerja sama dengan KPU, Bawaslu, Cek Fakta, Safer Internet Lab, Vindes, dan mitra lainnya.
