Baca juga: Pembatasan Sosial Akibat COVID-19 Buat Hidup Perempuan Makin Pas-pasan

Oleh karena itu, Politisi Partai Golkar ini melanjutkan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sultra mesti serius melakukan afirmasi untuk membantu UMKM melalui sejumlah program, mulai dari relaksasi modal, akses permodalan, pemasaran, sampai pada Pemda perlu mengalokasikan belanja untuk membeli produk UMKM  pada masa pandemi COVID-19 untuk menjaga keberlanjutan produksi dan keberlanjutan urat nadi perekonomian rakyat di Sultra.

Apalagi, kata dia, Pemerintah Pusat mengalokasi anggaran yang sangat besar untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yakni mencapai Rp 607,65 triliun dalam berbagai bentuk program, khusus untuk UMKM mencapai Rp 123,46 triliun.

Makanya, lanjut dia, Pemprov dan Pemda Kabupaten/Kota perlu secara proaktif menjemput bola dengan melakukan sosiaslisasi dan pelatihan untuk menyiapkan para pelaku UMKM di Sultra mengakses program nasional tersebut.

"Dalam waktu dekat saya akan mengundang diskusi Bapak Gubernur dan bupati/wali kota se-Sultra untuk meminta perhatian beliau-beliau tersebut dalam memberdayakan pelaku UMKM di Sultra. Alokasikan anggaran yang cukup untuk membeli produk mereka selama masa pandemi agar ekonomi Sultra tetap bergerak. Kemudian agar saling sinergi dalam memastikan bahwa rakyat Sultra juga akan menikmati alokasi anggaran PEN yang cukup besar tersebut," jelasnya.