KENDARI, TELISIK.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di Sultra mencapai 30,2 persen.

Kepala BKKBN Sultra, Asmar mengatakan, angka prevalensi tersebut terbilang cukup tinggi sehingga saat ini Sultra berada di peringkat kelima se-Indonesia terkait dengan stunting.

"Jadi kita paling tinggi kelima angka prevalensi stunting di Indonesia, tentunya hal ini cukup mengkhawatirkan," kata Asmar, Kamis (26/5/2022).

Perlu diketahui, salah satu dukungan BKKBN Sulawesi Tenggara dalam hal konvergensi pencegahan stunting adalah menghadirkan tim pendamping keluarga yaitu sekelompok tenaga yang dibentuk dan terdiri dari bidan, Kader TP PKK dan Kader KB untuk melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan.

Baca Juga: Kabupaten Kolaka Raih Peringkat Pertama Penurunan Angka Stunting di Sulawesi Tenggara