Sejak muda, Damhuri dikenal aktif dan disiplin. Saat SMP, ia menjadi anggota pramuka Gudep Harimau Kontu, tempat ia belajar tentang kepemimpinan dan tanggung jawab. Setelah SMA, ia memilih kuliah di Jurusan Pendidikan Biologi UHO, meski harus berjuang keras untuk biaya hidup.

“Selama kuliah, saya membantu ibu dengan menjual koran. Jalan kaki mengantar koran tapi kuliah tetap jalan. Ia juga mendapatkan Beasiswa dari kampus dan Yayasan Insan Cita KAHMI, Banyak teman yang lulus enam tahun, saya empat tahun saja,” ujarnya tersenyum.

Setelah lulus, ia sempat menjadi guru kontrak sebelum akhirnya diterima sebagai dosen di UHO, setelah menyelesaikan Program Magister (S2) di Universitas Padjadjaran Bandung. Sejak itu, langkahnya tak pernah berhenti: Kepala Laboratorium, Ketua Prodi, Ketua Jurusan, Wakil Dekan II, Sekretaris Rektor, hingga kini dipercaya sebagai Dekan FKIP.

Menjadi dekan di fakultas terbesar UHO bukan perkara mudah. FKIP memiliki 21 program studi dan ribuan mahasiswa. Namun, Dr. Damhuri menjalankannya dengan tenang dan terbuka.

“Saya ingin fakultas ini jadi rumah yang nyaman bagi dosen dan mahasiswa,” katanya.