Kondisi tak jauh berbeda juga terlihat di kawasan Mangrove Kebi. Beberapa orang masih terlihat datang dan duduk menikmati suasana, tetapi jumlahnya tidak seramai sebelumnya.
Lingkungan wisata tampak sepi dan tidak lagi memberikan kesan nyaman seperti sebelumnya ketika pengunjung masih ramai berdatangan.
Salah satu pengunjung Rahmat berharap, kawasan Mangrove Kebi kembali mendapat perhatian, terutama dalam hal kebersihan, fasilitas dan aktivitas yang dapat menarik pengunjung.
“Dulu ramai sekali, termasuk beberapa komunitas yang datang olahraga. Sekarang masih ada yang datang duduk, tetapi tidak seramai dulu,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah mengatakan, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada wisata bahari, tetapi juga mencakup kawasan perkotaan, budaya, heritage, hiburan dan ruang rekreasi.
