Puncak dari perjalanan spiritual tersebut terjadi pada usia 27 tahun, ketika Shimoyama akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam.
Dalam sebuah wawancara dengan Nippon.com, seperti dikutip telisik.id dari Mozaik Islam pada Selasa (3/11/2026), ia membeberkan alasan di balik keputusannya untuk membagikan kisah inspiratif ini kepada masyarakat luas di Jepang.
“I wanted to share the personal experiences I had when coming into contact with the Islamic world with other Japanese people.”
Artinya, ia ingin membagikan pengalaman pribadi ketika berinteraksi dengan dunia Islam kepada masyarakat Jepang lainnya.
Pengalaman masa mudanya itu kini melandasi metode dakwah Shimoyama, yakni memicu rasa ingin tahu, membuka ruang perjumpaan, dan mengenalkan Islam melalui pengalaman empiris.
