Untuk menarik minat pelajar, Shimoyama mengaitkan topik keislaman dengan hal-hal familiar seperti angka Arab dan prinsip kamera, sebelum masuk ke materi sejarah serta pandangan hidup Islam.

Pendekatan ini mendapat sambutan hangat; Yuma Shibata, guru pendamping rombongan, mengonfirmasi adanya perubahan positif pada pandangan para siswanya.

Shimoyama percaya ketidaktahuan berisiko melahirkan prasangka dan diskriminasi, sehingga ia mengajak masyarakat Jepang untuk mempelajari Islam secara langsung.

Ia tidak menargetkan para pengunjung untuk berpindah agama. Fokus utamanya adalah membangun pemahaman bersama dan mempererat jalinan hubungan antaramanusia dari beragam latar belakang.

Perjalanan Shimoyama menjadi kian relevan di tengah meluasnya kebutuhan dialog interreligius. Menurut survei Profesor Emeritus Universitas Waseda Hirofumi Tanada di Nippon.com, populasi Muslim di Jepang pada 2020 diperkirakan mencapai 230.000 jiwa, seiring melonjaknya jumlah masjid dari 15 pada 1999 menjadi 133 pada April 2023.