Dalam laporan per 2024, Tanada memprediksi angka ini akan terus naik berkat dinamika komunitas, pernikahan, kelahiran, dan mualaf.

Perkembangan pesat ini menjadikan pemahaman tentang Islam semakin penting, terutama bagi generasi muda di era masyarakat global.

Shimoyama menilai ketidaktahuan tentang Islam turut membatasi pemahaman seseorang terhadap dunia. Dari pengalamannya, dakwah tak cukup sebatas pesan satu arah; masyarakat memerlukan ruang terbuka untuk bertanya, melihat langsung, dan berdialog tanpa tekanan.

Masjid pun berperan vital sebagai pusat ibadah sekaligus jembatan komunikasi sosial untuk mengenalkan nilai kesetaraan dan keramahan.

Perjalanan Shimoyama mengingatkan bahwa keteladanan, kesantunan, dan rasa hormat tiap Muslim kerap memberikan kesan mendalam yang lebih ampuh ketimbang perdebatan.