Saat ini sebagian besar hasilnya memang untuk warga, meski ada beberapa komoditas yang dijual seperti bawang merah dan pokcoy.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Drs Heroe Poerwadi, MA, mendorong kampung tersebut untuk terus produktif dengan menerapkan prinsip gandeng-gendong sehingga gerakan pemberdayaan akan semakin mudah dan terarah.
Kini, Rejowinangun mempunyai banyak potensi yang bisa dikembangkan mulai dari kebun sayur, kampung herbal hingga kerajinan kulit. Jika disatukan, akan menjadi kekuatan sekaligus identitas baru.
Heroe meminta supaya semua potensi yang sudah ada itu bisa dikemas sehingga akan menjadi karakter kampung tersebut.
"Sebenarnya yang kita dorong adalah bergandengan dulu antara potensi yang ada sehingga bisa saling terhubung," imbuh Amigo Suwanto, yang menambahkan ke depan sebagai percontohan penerapan gandeng-gendong di Kota Yogyakarta yang memiliki daya tarik tersendiri.
