JAKARTA, TELISIK.ID - Institusi dan insan Bhayangkara harus konsisten perangi korupsi sepanjang masa. Negara lain saja, seperti Ukraina, sangat menghormati Jenderal Pol Hoegeng Iman Santoso karena ia sangat antikorupsi.
Pemerhati pers, budaya, dan Kepolisian, Suryadi, M.Si dan akademisi Efriza, M.Si secara terpisah, Sabtu (8/1/22) di Jakarta, mengatakan, masyarakat negara sahabat tersebut telah memberikan penghargaan kepada Kapolri ke-5 yang meninggal 14 Juli 17 tahun lalu itu.
Jika negara lain saja menghormati Hoegeng, kata Suryadi, sudah seharusnya dan sepatutnya Polri serta insan Bhayangkara konsisten memerangi korupsi secara lebih nyata mulai dari akar-akarnya.
“Jangan cuma besar gema dalam seleberasi. Pembentukan kawasan bebas antikorupsi, oke-oke saja, tapi konsistensi memberantas korupsi di dalam Polri sendiri, demi pelayanan yang terbaik dan bersih kepada masyarakat, itu jauh lebih urgen,” kata Suryadi.
Hoegeng menjadi polisi sejak zaman Jepang, kemerdekaan, mengisi kemerdekaan hingga menjadi Kapolri ke-5 di awal-awal Orde Baru (1968 – 1971). Ia “dengan kaku” menegakkan hukum ke dalam institusi Polri maupun ke luar, termasuk kepada istri dan anak-anaknya.
