Tindakan-tindakan tersebut, lanjutnya, adalah sikap yang lebih mengutamakan kekuasaan ketimbang menghargai hukum dan amanah yang telah dipercayakan negara.

Untuk itu, akademisi Efriza mengatakan, sebaiknya institusi Polri menggali nilai dari seorang Jenderal Hoegeng sehingga tertanam pada setiap warga Bhayangkara.

“Keteladaan Hoegeng tersebut, layak dibawa sebagai materi sampai dalam setiap lembaga pendidikan Polri, dan ketika sudah bertugas,” kata Efriza, penulis sejumlah literatur ilmu poitik.

Senada, Suryadi berpandangan, ketokohan Hoegeng yang terbangun oleh keteladanan, memang sudah selayaknya diabsorb ke dalam kurikulum pendidikan, khususnya di setiap jenjang pendidikan Polri.  

Sosok Hoegeng, lanjut Suryadi, senantiasa muncul menggema menjadi teladan ketika membahas masalah-masalah kejujuran, clean, dan melawan korupsi.