Syair lagunya bertemakan cinta dan refleksi tentang alam sekitar. Lagu-lagunya mengetuk-ngetuk rasa, mewakili suara wong cilik (misalnya anak gembala). Lagi, semua itu menyetubuh indah dengan petik gitar dan warna suaranya.
Dedikasi dan ketekunannya pun berbuah. Dilansir viva.co.id banyak penghargaan yang didapatkan antara lain Biduan Pop Kesayangan PUSPEN ABRI (1979-1984), penghargaan lingkungan hidup (2005), dan penghargaan peduli Award Forum Indonesia Muda (2006). Ia juga pernah menulis lagu dengan Susilo Bambang Yudhoyono dalam album rinduku padamu pada 2007.
Hal lain yang menarik dari Ebiet adalah tidak pernah meributkan walau lagunya diputar tanpa izinnya. Ia malah menganggap itu bagian dari apresiasi dari khalayak. Karena ini tempo memproduksi liputan bertajuk "Bayaran Tuhan".
Melalui lagu tersebut, ia berpesan ada hal yang lebih berharga dari apresiasi seni yaitu kepuasan jiwa. Kepuasan jiwa adalah hal yang sering tak bisa dijamah oleh berkoper-koper uang.
Kepuasan jiwa adalah hal yang sudah demikian renggang. Manusia modern kerap mengalami kehampaan, teralienasi oleh kesibukan mengejar materi yang menumpukkan letih yang bertambah-tambah. Muaranya adalah rasa yang kian kerontang, bag dahaga lalu meminum air garam.
