Di samping itu, pihaknya juga terpaksa tidak memperpanjang kontrak beberapa karyawannya.

"Dengan ini banyak kerugian. Sejak Februari tamu-tamu sudah cancel, kalau normalnya kami hitung pertahun kurang lebih seribu dua ratus sampai seribu tiga ratus kunjungan. Sebagian besar, 90% wisatawan Amerika dan Eropa, selain itu Asia," ungkapnya.

Reporter: Juno

Editor: Sumarlin