"Pernah dapat pesanan, pertama di telepon hanya 150 porsi, tetapi beberapa jam kemudian telepon lagi minta nambah 250 porsi, saya juga kaget karena ini sudah jam 5 sore. Saya minta waktu sebentar untuk diskusi sama ART dan anak-anak trus lihat bahan-bahannya stoknya masih banyak. Alhamdulillah, bisa buat bubur ayam walaupun saya tidak tidur, karena harus menghandle semuanya. Paginyajam 6 sudah diantar," ujarnya.
Walaupun usaha homemadenya ini banyak yang gemari, tetapi saat kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok, dia tetap mempertahankan harga bubur ayam yang dijualnya.
Baca Juga: Ciptakan Dessert dengan Konsep Unik, Usaha Rumahan Ini Banjir Pesanan
"Pada saat naik beberapa harga bahan pokoknya seperti telur, lombok, minyak, tetapi saya usahakan untuk tidak menaikkan harga," tutupnya.
Salah seorang konsumen, Nancy membeli dan mencoba bubur buatannya mengatakan makannya cukup enak.
