Kolaka menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 1,66 persen dan IHK mencapai 106,80, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Kendari sebesar 0,71 persen dengan IHK 105,67.

"Kenaikan ini menunjukkan adanya perubahan harga yang berdampak pada daya beli masyarakat," jelas Surianti Toar di Kantor BPS Sultra, Senin (4/11/2024).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau berkontribusi terbesar terhadap inflasi bulan Oktober, dengan andil sebesar 0,35 persen.

Komoditas seperti sigaret kretek mesin (SKM), ikan bandeng, gula pasir, minyak goreng, dan kopi bubuk menjadi penyumbang utama inflasi.

Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,27 persen, dengan komoditas seperti emas perhiasan, sabun wajah, bedak, sikat gigi, dan kacamata.