BUTON SELATAN, TELISIK.ID – Tari Fomani menjadi salah satu budaya lokal masih terus eksis dan tetap dilestarikan masyarakat di Pulau Siompu Kabupaten Buton Selatan sampai saat ini.
Pembina Adat Binawakili, Kecamatan Siompu, Pomili Womal mengatakan, Tari Fomani merupakan tari budaya bela diri yang tersirat makna mempertahankan suatu wilayah terhadap perompak yang datang merebut wilayah tersebut.
Dengan demikian, Tari Fomani dapat disebut juga sebagai tari perang yang menanamkan jiwa kesatria dalam diri individu bagi yang memperagakan gerakan tari tersebut.
Tarian yang sudah mulai ada dari tahun 1815 itu, kata Fomani, juga memiliki arti yaitu mengamankan serta gerakan spontanitas untuk mempertahankan baik identitas diri, suku, maupun daerah.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Metaua Bagi Masyarakat Sioumpu Buton Selatan
