Selanjutnya, para penari akan mulai melakukan gerakan tarian perang tersebut dengan menggunakan alat parang tradisional Kampue (perang panjang) untuk saling menyerang satu sama lain.

Uniknya sekalipun merupakan tarian perang, properti Ani atau perisai yang digunakan sebagai penangkis serangan dihiasi dengan ikatan bunga cempaka berbagai warna.

Pertunjukan Tari Fomani sendiri selalu diiringi dengan instrument tradisional masyarakat Pulau Sioumpu, yang dihasilkan dari beberapa alat musik tradisional seperti diantaranya Tawa-tawa atau gong berukuran besar dan Katagoba, gendang yang berukuran besar. Umumnya, akan dimainkan oleh Pande Rambi atau pemain instrument alat musik tradisional tersebut.

Tari budaya Fomani hanya dapat dijumpai pada perhelatan acara adat Kamboto dan tradisi Metaua yang kerap tampil di puncak perhelatan acara adat tersebut. Adapun diluar dari acara adat itu, Tari Fomani biasanya akan ditampilkan pada penyambutan tamu-tamu penting yang datang berkunjung di Pulau Siompu.

Baca Juga: Buton Selatan Bakal Didominasi Cuaca Berawan untuk 3 Hari Kedepan