Sampai saat ini, keberadaan budaya Tari Fomani masih eksis dan tetap dipegang oleh masyarakat di Pulau Siompu ditengah-tengah banyak tarian kreasi yang tercipta baik dari inofasi masyarakat itu sendiri maupun dari adaptasi budaya luar.
Bukan hanya saja eksistensinya diera serba digital ini, tapi sikap antusias dari masyarakat setempat juga semakin memperjelas kedudukan warisan budaya tersebut menjadi tidak tergeserkan pada peradaban dewasa kini.
Hal itu menandakan secara tidak langsung masyarakat masih terus melestarikan warisan budaya yang ditinggalkan oleh leluluh agar nantinya dapat terus dipertontonkan dan dinikmati oleh para generasi selanjutnya di Pulau Siompu maupun masyarakat dari luar daerah yang datang menyaksikan pertunjukan seni dan adat itu.
“Tari Fomani makin hari makin kokoh, makin dilestarikan buktinya antusias masyarakat yang begitu luar biasa menyaksikan pertunjukan budaya ini,” pungkas Pomili Womal, Minggu (7/7/2024). (C)
Penulis: Ali Iskandar Majid
