"Saya melihat khususnya Kecamatan Ngapa dan Watunohu itu tidak ada objek wisata yang bisa dikunjungi masyarakat setiap hari libur, makanya saya mencoba membuat spot wisata memamfaatkan jeram sungai Watumotaha dan ternyata animo masyarakat untuk berwisata di sini itu lumayan tinggi. Bahkan orang dari Makassar, Maros, dan Luwu Timur, Sulawesi Selatan sudah bayak yang berkunjung ke lokasi wisata ini," kata Syamsul, Minggu (22/3/2020).
Bahkan lanjutnya, sejak dua bulan lalu diekspos dan dibuka untuk umum, sampai hari ini objek wisata ini tidak pernah sepi pengunjung.
"Pengungjungnya kalau hari libur bisa mencapai ribuan orang. Waktu libur tahun baru kemarin, prediksi kami penjungjungnya lebih dari seribu orang. Karena kendaraan saja baik itu roda dua maupun roda empat berdasarkan jumlah penjualan tiket parkir itu mencapai 700 kendaraan," lanjutnya.
Saat ini Pemerintah Desa Watumotaha mulai melakukan pembangunan fasilitas pendukung sekaligus penataan lokasi mulai dari pembuatan gazebo, tempat duduk, dan bendungan buatan.
"Kami juga akan mengembangkan wisata arung jeram, membangun kolam renang, pembangunan villa di atas bukit sehingga orang luar daerah yang berwisata ke sini bisa menginap. Konsepnya agak mirip objek wisata Bantimurung. Kami target semua perencanaan ini bisa kelar paling lambat tahun 2021," terangnya.
