Kebijakan Penghentian Ekspor Akankah Menormalkan Harga Minyak Goreng?
Seiring dengan terungkapnya tersangka mafia minyak goreng, pemerintah mengeluarkan kebijakan perihal pengehentian ekspor minyak sawit mentah/CPO keluar negeri. Kebijakan tersebut mulai diterapkan mulai 28 April lalu.
Namun kebijakan ini perlu ditinjau kembali, akankah kebijakan ini akan memberikan dampak baik untuk masyarakat atau angin segar peredaran minyak goreng dalam negeri. Seiring dengan hal itu Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) ini mengungkapkan, kebijakan tersebut harus dibarengi keputusan lainnya untuk menurunkan harga minyak goreng.
Beliau pun menyatakan belum tentu harga akan otomatis turun kalau tidak dibarengi dengan kebijakan HET di minyak goreng kemasan (Suara.com, 24/4/2022). Menurutnya, daripada melarang ekspor CPO, pemerintah diminta untuk mengembalikan kebijakan domestic market obligation (DMO) CPO, 20 persen.
Di satu sisi kebijakan tersebut memperlihatkan dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut dapat memberikan dampak negatif yang besar. Belum lagi kartel minyak goreng menyebabkan masyarakat kecil sulit untuk mendapatkan minya goreng.
