Di kawasan tersebut terdapat sedikitnya 11 smelter nikel dengan kapasitas 40 lini produksi.

Berdasarkan data Auriga Nusantara, sedikitnya terdapat sembilan perusahaan asal China yang beroperasi di kawasan IMIP. Perusahaan tersebut bergerak dalam pengolahan dan pemurnian nikel, produksi baja nirkarat, serta bahan baku baterai kendaraan listrik.

Perusahaan tersebut antara lain PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry atau GCNS, Indonesia Tsingshan Stainless Steel atau ITSS, Tsingshan Steel Indonesia atau TSI, Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy atau IRNC, PT Dexin Steel Indonesia atau DSI, Hengjaya Nickel Industry atau HNI, Ranger Nickel Industry atau RNI, Huayue Nickel & Cobalt atau HYNC, PT Gunbuster Nickel Industry, serta Qing Mei Bang New Energy Materials Indonesia atau QMB. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin