Data Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Tengah mencatat nilai ekspor provinsi tersebut sepanjang 2025 mencapai US$22,32 miliar.

Nilai tersebut tumbuh 5,14 persen dibandingkan ekspor pada 2024 yang mencapai US$21,22 miliar.

Kabupaten Morowali menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan luar negeri Sulawesi Tengah. Pelabuhan Bahodopi dan Morowali mencatat nilai ekspor gabungan sebesar US$18,08 miliar atau sekitar 81 persen dari total ekspor Sulawesi Tengah pada 2025.

Dari sisi komoditas, ekspor Sulawesi Tengah masih didominasi produk besi dan baja dengan pangsa 61,31 persen. Sementara itu, komoditas nikel memiliki pangsa 16,59 persen.

Feronikel atau FeNi, nickel pig iron atau NPI, serta berbagai produk turunan logam termasuk dalam komoditas utama ekspor Sulawesi Tengah.