Dari total ekspor Indonesia pada semester I-2025 yang mencapai USD135,41 miliar, sebanyak USD128,39 miliar berasal dari sektor nonmigas. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 8,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebaliknya, sektor migas justru mengalami kontraksi cukup dalam, yaitu sebesar 11,04 persen dengan nilai hanya mencapai USD7,03 miliar.i
Dominasi sektor nonmigas ini mencerminkan transformasi struktur ekonomi ekspor Indonesia. Komoditas unggulan seperti baja lapis, tekstil, produk elektronik, serta produk agroindustri semakin menunjukkan performa yang kuat di pasar internasional.
Dalam konferensi pers yang sama, Budi Santoso juga mengungkap bahwa Amerika Serikat menjadi negara mitra dagang dengan surplus tertinggi bagi Indonesia, yakni sebesar USD9,92 miliar.
Disusul oleh India sebesar USD6,64 miliar, Filipina USD4,36 miliar, Malaysia USD3,07 miliar, dan Vietnam sebesar USD2,21 miliar.
