Ke depan, sektor nonmigas diharapkan akan terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia.

"Ke depan, kita harap surplus ini bisa naik lebih tinggi," tambahnya.

Meski begitu, Indonesia masih mencatat defisit perdagangan dengan beberapa negara seperti Tiongkok. Namun, menurut Budi, hal tersebut tidak menjadi hambatan karena nilai ekspor ke negara tersebut masih tergolong tinggi.

"China tetap pasar utama ekspor Indonesia. Meski kita masih defisit secara perdagangan, hal ini menunjukkan posisi penting mereka sebagai mitra dagang," tutup Budi Santoso. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani