JAKARTA, TELISIK.ID - Fenomena El Nino diproyeksikan dapat memicu sekitar 451 ribu kematian akibat panas ekstrem di dunia hingga Februari 2027, termasuk sekitar 19 ribu di Indonesia.

Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan Climate Impact Lab di Universitas Chicago. Perhitungan dilakukan berdasarkan hubungan antara suhu ekstrem dan peningkatan angka kematian yang diamati di berbagai wilayah.

Mengutip New Scientist, hubungan suhu dan kematian membentuk pola seperti huruf U. Risiko kematian meningkat ketika suhu berada pada kondisi sangat panas maupun sangat dingin.

Dampaknya berbeda di setiap wilayah, bergantung pada kemampuan masyarakat dan infrastruktur dalam menghadapi suhu ekstrem. Akses terhadap fasilitas seperti pendingin udara juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan.

Dalam penelitian pada 2022, para peneliti membagi dunia menjadi sekitar 24 ribu wilayah untuk memperkirakan hubungan antara suhu dan kematian.