Analisis tersebut menggunakan data historis selama beberapa dekade atau perbandingan dengan wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.
Dalam laporan terbaru, pendekatan itu kemudian dipadukan dengan prakiraan cuaca musiman dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) untuk memperkirakan kematian tambahan yang berkaitan dengan El Nino.
Hasil perhitungan menunjukkan sekitar 240 ribu kematian tambahan akibat panas diproyeksikan terjadi selama enam bulan, mulai September 2026 hingga Februari 2027.
Jika digabungkan dengan perkiraan kematian sejak El Nino mulai pada Juni 2026, totalnya mencapai sekitar 451 ribu jiwa.
“Hasil studi menunjukkan ada sekitar 451 ribu orang yang berisiko meninggal dalam beberapa bulan ke depan akibat El Nino,” kata Michael Greenstone, pendiri Climate Impact Lab, seperti dikutip dari laman Climate Impact Lab, Senin (28/9/2026).
