Studi lain memperkirakan El Nino tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam setidaknya 1.000 tahun.

Anomali suhu di wilayah pemantauan El Nino di Samudra Pasifik telah mencapai 3,05 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991–2020. Angka tersebut melampaui rekor 3,02 derajat Celsius yang tercatat pada akhir November 2015.

Anomali tersebut menunjukkan selisih suhu di wilayah pemantauan El Nino dengan rata-rata acuannya, bukan kenaikan suhu rata-rata seluruh permukaan Bumi.

Sementara itu, Oceanic Nino Index (ONI) di wilayah Nino 3.4 hanya terpaut 0,01 derajat Celsius dari rekor yang tercatat pada 2015.

Pengukuran ONI menggunakan rata-rata acuan 30 tahun yang diperbarui secara berkala. Kedua pengukuran tersebut menggunakan data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat.