KENDARI, TELISIK.ID - Fenomena badai el nino dan kekeringan panjang yang terjadi saat ini, tak hanya berdampak pada kurangnya pasokan pangan dan gagal panen, tapi juga berdampak terhadap kesehatan dan penyebaran penyakit di masyarakat.
Kekeringan akibat badai el nino dapat memicu hewan-hewan meninggalkan habitatnya di hutan dan turun mencari makan di pemukiman manusia. Hewan seperti anjing, kucing, monyet diwaspadai dapat menyebarkan virus rabies.
Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara melakukan berbagai upaya untuk dapat mencegah kasus rabies di Bumi Anoa. Salah satu yang dilakukan adalah dengan pendistribusian vaksin anti rabies di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Dinkes juga berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara dalam pendistribusian ribuan vaksin rabies untuk manusia dan juga hewan penular virus tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Sulawesi Tenggara, Muhammad Ridwan mengatakan, ribuan vaksin rabies yang dikirim dari pusat didistribusikan ke seluruh rabies center yang ada di seluruh kabupaten/kota.
