Menurut Ronal, ada dua faktor penyebab tidak terjadinya gagal panen di Kolaka Utara. Pertama, padi para petani sudah mulai berisi saat musim kemarau terjadi. Selain itu, cuaca ekstrem juga berdampak positif sebab hama sulit berkembang biak.
"Pasokan air yang mengalir ke irigasi primer petani seperti Ranteangin dan Batu Putih masih maksimal mengaliri persawahan warga," ujarnya.
Meski demikian, dirinya tidak dapat menjamin kondisi padi petani di Kolaka Utara ke depan jikalau kemarau dan el nino berlanjut hingga awal tahun 2024.
"Kita tidak tahu ke depannya, tapi saat ini masih aman. Terlebih cuaca di Kolaka Utara meski kemarau, kadang masih terjadi hujan lebat," ujarnya.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Distanhorti Kolaka Utara, Ainuddin menyampaikan, luas area persawahan di Kolaka Utara saat ini mencapai 1.600 hektare.
